BERITA

PROFIL PEMENANG RKSA 2018 – Prof. Dr. Ir. Made Astawan. MS

Author: Admin RKSA A | Posted: 2/25/2021 | Views: 205
“PEMANFAATAN TEMPE SEGAR, SEMANGIT DAN BOSOK DARI KEDELAI TERGERMINASI SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL HIPOGLIKEMIK”

Prof. Dr. Ir. Made Astawan. MS, adalah salah satu pemenang RKSA 2018. Ia lahir di Singaraja, 2 Februari 1962, dan tinggal di Jl. Pinang Merah Raya No. 40, Taman Yasmin Sektor VI, Bogor 16113. Beliau menyelesaikan pendidikan di S-1 jurusan Gizi Masyarakat di Institut Pertanian Bogor tahun 1985, S-2 jurusan Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor tahun 1990 dan S-3 jurusan Food Chemistry and Nutrition di Tokyo University of Agriculture tahun 1995.

Ia memiliki pengalaman penelitian dalam 5 tahun terakhir yaitu tahun 2013 meneliti Evaluation of Protein Digestibility and Absorption of Infant Soy Milk Formula yang didanai oleh SPRIM Singapore; tahun 2013-2014 meneliti Profil Kedelai Lokal Dibandingkan Kedelai GMO dan Non-GMO Impor untuk Mendukung Internasionalisasi Tempe dan Swasembada Kedelai Indonesia yang didanai oleh KKP3N Kementan RI; tahun 2013-2015 meneliti Penerapan Konsep Good Manufacturing Practices pada Pengrajin Tempe untuk Mengantisipasi Berlakunya Standar Mutu Internasional dan Meningkatkan Potensi Ekonomi Indonesia yang didanai oleh MP3EI Kemenristek Dikti; tahun 2015 meneliti Pembinaan Pengrajin Tempe di Bogor agar Menghasilkan Produk Higienis Sesuai Persyaratan Mutu yang didanai oleh IbM Kemenristek Dikti; tahun 2015-2017 meneliti Aplikasi Tepung Tempe Kedelai Grobogan Tergerminasi sebagai Pangan Fungsional Hipotensif, Hipokolesterolemik, dan Hipoglikemik yang didanai oleh HIKOM Kemenristek Dikti; tahun 2016-2017 meneliti Aplikasi Tepung Tempe dari Kedelai Lokal Grobogan sebagai Pencegah Osteoporosis dan Penuaan Dini yang didanai oleh PSA Kemenristek Dikti; tahun 2018-2020 meneliti Evaluasi Kesepadanan antara Kedelai Lokal Grobogan dengan Kedelai Impor Transgenik dan Nontransgenik, serta Dampak Konsumsinya Melalui Uji Subkronik pada Tikus Percobaan yang didanai oleh PDUPT Kemenristek Dikti. Di tahun 2018-2020 juga meneliti Teknik Pembuatan Isolat Protein Tempe dari Kedelai Grobogan, Analisis Sifat Fisiko-Kimia, dan Aplikasinya sebagai Pangan Fungsional Pencegah Diabetes Melitus yang didanai oleh PBK Kemenristek Dikti; terakhir di tahun 2018 juga meneliti Teknologi Metabolomik sebagai Strategi Terpadu dalam Karakterisasi Komponen Aktif Bahan Alam untuk Peningkatan Nilai Tambah Tropical Bioproduct: Seri II yang didanai oleh Program World Class Professor Skema A Kemenristek Dikti

Selain memiliki pengalaman penelitian, ia juga menulis beberapa artikel ilmiah dalam 5 tahun terakhir seperti: tahun 2013 menulis Antidiarrheal and Antioxidative Capability of Synbiotic Yoghurt to the Rats; Karakteristik Fisikokimia dan Sifat Fungsional Tempe yang Dihasilkan dari Berbagai Varietas Kedelai; dan Soy Story. Selanjutnya di tahun 2014 menulis Nitrite Residue and Malonaldehyde Reduction in Dendeng-Indonesian Dried Meat-Influenced by Spices, Curing Methods and Precooking Preparation; Hyperglycemic Control and Diabetes Complication Preventive Activities of Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr.) Bulbs Extracts in Alloxan-Diabetic Rats; Evaluasi Keamanan Tempe dari Kedelai Transgenik Melalui Uji Subkronis pada Tikus; Evaluasi Kualitas Nuget Tempe dari berbagai Varietas Kedelai; dan Evaluasi Nilai Gizi Protein Tepung Tempe yang Terbuat dari Varietas Kedelai Impor dan Lokal. Di tahun 2015 menulis Pengaruh Konsumsi Tempe Kedelai Grobogan terhadap Profil Serum, Hematologi dan Antioksidan Tikus; Effects of Genetically Modified (GM) Soybean and Tempe Consumption on Blood Profile, Malondialdehyde (MDA) Level and Superoxide Dismutase (SOD) Activity of Sprague-Dawley Rats; The Nutritional Substantial Evaluation of Tempe made from Geneticalli Modified (GM) dan Non-GM Soybean and Its Effect to the Experimental Rats; Kombinasi Kemasan Vakum dan Penyimpanan Dingin untuk Memperpanjang Umur Simpan Tempe Bacem; Identification and Probiotic Characteristics of Lactic Acid Bacteria Isolated from Indonesian Local Beef; Pengaruh Kedelai Produk Rekayasa Genetik terhadap Kadar Malonaldehid, Aktivitas Superoksida Dismutase dan Profil Darah pada Tikus Percobaan; Di tahun 2016 menulis Application of Vacuum Packaging to Extend the Shelf Life of Fresh-Seasoned Tempe; Karakteristik Fisikokimia Tepung Kecambah Kedelai; Tempe sebagai Pangan Fungsional Antidiabetes; Karakteristik Fisikokimia Tepung Tempe Kecambah Kedelai; Lalu di tahun 2017 menulis Efek Intervensi Minuman Tempe terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi dan Hiperkolesterolemia; Karakteristik Tepung Tempe Larut Air; dan Efek Intervensi Minuman terhadap Penurunan Kadar Density Lipoprotein. Serta di tahun 2018 menulis Soybean Consumption: Its Contribution on the Health of Women Suffering from Hypertension; Characterization of Biochemical and Functional Properties of Water-Soluble Tempe Flour; Gas Chromatography Coupled with Mass Spectrometry-based Metabolomics for the Classification of Tempe from Different Regions and Production Processes in Indonesia dan Potential of Bioactive Components in Tempe for the Treatment of Obesity.

Selain pengalaman penelitian dan menulis artikel, Prof. Dr. Ir. Made Astawan. MS, juga telah menulis 41 buah buku tentang Pangan, Gizi dan Kesehatan selama tahun 1987-20185.

Prof. Dr. Ir. Made Astawan. MS juga memperoleh banyak penghargaan yaitu: Peneliti dan Penyaji Terbaik Bidang Pangan pada Seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB Tahun 2009 oleh Rektor IPB; Tahun 2010 mendapat Satyalancana 20 oleh Presiden RI dan menjadi Peneliti Terbaik Bidang Pangan pada Seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB Tahun 2010. Lalu pada tahun 2013 kategori Penulis Paling Produktif Buku Populer bidang Gizi dan Pangan 2008-2013 oleh Ketua Umum PERGIZI PANGAN dan Ketua Umum GAPMMI; Di tahun 2014 mendapat Anugerah Prakarsa Jawa Barat: “Pendirian Rumah Tempe Indonesia di Bogor sebagai Pusat Percontohan Produksi Tempe Higienis Nasional” oleh Gubernur Jawa Barat. Tahun 2015 mendapat Penghargaan dalam rangka Dies Natalis IPB ke 52 atas Dedikasi dan Kontribusi dalam Menghasilkan Publikasi Ilmiah pada Jurnal Bereputasi Internasional dan atas Dedikasi dan Kontribusi dalam Menghasilkan Inovasi. Di tahun yang sama juga mendapatkan penghargaan: 107 Inovasi Indonesia Terpilih: “Teknologi Pencegahan Warna Cokelat dan Rasa Pahit pada Pembuatan Tepung Tempe”; No. 38 dari 750 Ranking of scientists in Indonesian Institutions according to their Google Scholar Citations public profiles oleh Third edition, May 2015, Google Scholar Citations database; dan Penyaji Terbaik pada Seminar Hasil Penelitian Kompetitif Nasional Tahun 2015 oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendiknas. Pada tahun 2016 mendapat penghargaan 108 Inovasi Indonesia Terpilih: Tepung Tempe Kedelai Grobogan Tergerminasi sebagai Penurun Kolesterol dan Tekanan Darah Tahun 2016 oleh Business Innovation Center LIPI. Serta menjadi Penyaji Terbaik pada Seminar Hasil Program Riset Dasar Tahun 2017 oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti.


Print

❮❮ Return to previous page